Literatur Ilmiah Tentang Aura

Literatur ilmiah tentang aura. Jika selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa aura merupakan hal mistis yang berhubungan dengan paranormal dan lain sebagainya, anggapan itu agaknya kurang tepat. Faktanya aura merupakan sesuatu yang ilmiah dan bisa dibuktikan secara ilmiah pula. Bahkan telah ada literatur ilmiah tentang aura sebagai pembuktian bahwa aura merupakan sesuatu yang benar-benar ilmiah.

 

Literatur Ilmiah Tentang Aura

Aura adalah cahaya yang dipancarkan oleh tubuh yang menandakan kondisi fisik, emosi, kesehatan, mood dan lain-lain yang ditunjukan oleh warna yang berbeda. Aura muncul dari aktivitas listrik yang menjalar di sel-sel syaraf otak kita. Seperti yang kita ketahui otak merupakan pusat dari semua aktivitas manusia. Milyaran sel syaraf ada di otak, itulah sebabnya warna aura sangat terlihat jelas di bagian kepala jika dibandingkan dibagian tubuh yang lain karena memang dari aktivitas otak inilah aura berasal.

Aura bagaikan medan elektromagnetik yang mengelilingi tubuh manusia (Human Energy Field - HEF). Aura bisa menarik setiap energi yang ada disekitarnya layaknya magnet yang menarik besi. Oleh sebab itulah seseorang yang memiliki aura yang kuat memiliki daya tarik, inner beauty dan inner power yang kuat sehingga mampu mendatangkan berbagai hal baik dalam hidupnya seperti lebih disayangi dan dikasihi orang sekitar, selalu beruntung baik dalam hal percintaan ataupun pekerjaan, terlihat berkharisma dan berwibawa dan lain sebagainya.

Aura yang menyelubungi manusia sebenarnya merupakan satu kesatuan yang terdiri dari ion-ion negatif dan positif, bergerak terus-menerus dan bisa berubah bentuk sesuai yang kita inginkan. Jika sering dilatih maka aura akan bertambah kuat dan besar, sehingga kita bisa membentuk gelombang energi dengan frekuensi tertentu yang banyak kegunaannya, misalnya pengobatan medis, non-medis, psikis, pertahanan diri dan lain-lain.

Untuk membuktikan jika aura bukanlah sesuatu yang bersifat mistis melainkan hal yang sangat ilmiah dan bisa dibuktikan secara ilmiah pula, penelitian tentang aura sudah banyak dilakukan. Penelitian tentang aura bahkan telah dimulai sejak sejak tahun 1935 ketika seorang Profesor Rusia, S. Kirlian mengembangkan suatu alat fotografi bertegangan tinggi untuk melihat medan energi di tangan dan kaki manusia. Teknologi itu kemudian dikenal dengan nama Fotografi Kirlian.

Penelitian selanjutnya, yakni sekitar tahun 1985, beberapa ahli riset menemukan teknologi baru yang dikenal dengan Fotografi Aura. Teknologi ini menggunakan sensor biofeedback pada kedua tangan dan mengirimnya ke kamera kemudian mencetaknya dalam bentuk foto polaroid. Dari teknologi ini, dapat dilihat aura diri sendiri secara statis yang tercetak dalam lembaran foto.