Literatur Ilmiah Tentang Aura

Artikel Terkait » Artikel Tentang Terapi Aura » Literatur Ilmiah Tentang Aura

Anggapan jika aura adalah sesuatu yang berhubungan dengan mistis atau gaib agaknya kurang tepat, karena faktanya aura adalah sesuatu yang ilmiah dan bisa dibuktikan secara ilmiah pula. Berikut akan kami sajikan literatur ilmiah tentang aura.

Aura adalah cahaya yang dipancarkan oleh tubuh yang menandakan kondisi fisik, emosi, kesehatan, mood dan lain-lain yang ditunjukan oleh warna yang berbeda. Aura muncul dari aktivitas listrik yang menjalar di sel-sel syaraf otak kita.

Aura yang menyelubungi manusia sebenarnya merupakan satu kesatuan yang terdiri dari ion-ion negatif dan positif, bergerak terus-menerus dan bisa berubah bentuk sesuai yang kita inginkan. Jika sering dilatih maka aura akan bertambah kuat dan besar, sehingga kita bisa membentuk gelombang energi dengan frekuensi tertentu yang banyak kegunaannya, misalnya pengobatan medis, non-medis, psikis, pertahanan diri dan lain-lain.

Penelitian tentang aura sebenarnya telah dimulai sejak sejak tahun 1935 ketika seorang Profesor Rusia, S. Kirlian mengembangkan suatu alat fotografi bertegangan tinggi untuk melihat medan energi di tangan dan kaki manusia. Teknologi itu kemudian dikenal dengan nama Fotografi Kirlian.

Penelitian selanjutnya, yakni sekitar tahun 1985, beberapa ahli riset menemukan teknologi baru yang dikenal dengan Fotografi Aura. Teknologi ini menggunakan sensor biofeedback pada kedua tangan dan mengirimnya ke kamera kemudian mencetaknya dalam bentuk foto polaroid. Dari teknologi ini, dapat dilihat aura diri sendiri secara statis yang tercetak dalam lembaran foto.

Aura merupakan pancaran dari medan elektromagnetik yang ada di syaraf kita. Seperti yang Anda ketahui, otak adalah pusat saraf manusia, milyaran sel saraf ada di otak. Itulah sebabnya kalau orang mengamati atau memfoto aura, lebih mudah di sekitar kepala, bukan di kaki atau perut, karena disekitar kepala-lah pancaran aura yang paling besar.